Rumah sakit dapat berbuat lebih bagi kesehatan masyarakat melalui kegiatan promosi kesehatan. Promosi kesehatan di tatanan rumah sakit telah mengalami banyak perubahan tidak hanya bentuk memberikan informasi kesehatan kepada pasien tetapi juga bagaimana rumah sakit bertanggungjawab membuat kebijakan dan sistem pelayanan yang mendukung upaya peningkatan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan berkesinambungan baik bagi pasien dan keluarganya, staf, masyarakat sekitar dan lingkungan.
Dalam pelatihan Tenaga Promosi kesehatan Dinas Kesehatan Kab/kota dan Rumah sakit diberikan pengertian, pemahaman dan kemampuan menjelaskan dasar-dasar pemikiran/filosofi pendidikan kesehatan, promosi kesehatan, pemberdayaan masyarakat, langkah-langkah pengorganisasian dan pengembangan masyarakat dan model perberdayaan masyarakat, pendekatan dan pengalaman belajar, modernisasi, perencanaan sosial serta strategi pengembangan partisipasi dalam model-model intervensi/pemecahan masalah, advokasi, diffusi-inovasi, monitoring, dan evaluasi.
Di era Jaminan Kesehatan Nasional saat ini sudah seharusnya upaya promosi kesehatan dilakukan secara berkesinambungan. Sebagai contohnya, intervensi promosi kesehatan yang dilakukan dapat menurunkan kasus readmission atau kejadian pasien yang dirawat kembali di rumah sakit. Readmission merupakan salah satu indikator mutu pelayanan di rumah sakit. Oleh karena itu, promosi kesehatan dalam hal ini dapat menjadi solusi dengan intervensi promosi kesehatan melalui penguatan pendidikan pasien dan keluarga hingga terberdayakan yang dapat menurunkan readmission rate di rumah sakit.