Manajemen Aset Daerah dan Inventarisasi Aset
Pemerintah Daerah perlu menyiapkan instrumen yang tepat untuk melakukan pengelolaan / manajemen aset daerah secara profesional, transparan, akuntabel, efesien dan efektif mulai dari tahap perencanaan, pendistribusian dan pemanfaatan serta pengawasannya.
Pengelolaan/manajemen aset daerah meliputi beberapa tahap yaitu : perencanaan kebutuhan, penganggaran, pengadaan, pendistribusian (termasuk penyimpanan), penggunaan, pemeliharaan dan penghapusan. Setiap tahap, mulai dari perencanaan kebutuhan hingga penghapusan aset daerah harus diketahui dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat melalui DPRD.
Aset daerah, pada dasarnya merupakan bagian dari aset negara yang harus dikelola secara optimal dengan memperhatikan prinsip efesiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas. Inventarisasi Aset adalah serangkaian kegiatan untuk melakukan pendataan, pencatatan, pelaporan hasil pendataan aset, dan mendokumentasikannya baik aset berwujud mauun aset tidak berwujud pada suatu waktu tertentu.
Pada inventarisasi aset berwujud perlu dilakukan: Menginventarisasi secara fisik dan Menginventarisasi aspek legal aset. sedangkan Rangkaian Kerja Inventarisasi Aset adalah Penyimpanan, Distribusi dan Pengamanan Aset.
📋 Materi Pokok
🎯 Maksud & Tujuan
Maksud dan Tujuan Untuk memberikan pemahaman terhadap peserta tentang
Manajemen Aset Daerah
Inventarisasi Aset
Pelaksanaan Bimbingan Teknis
Melalui metode ceramah, pemaparan dan diskusi yang dilsampaikan oleh narasumber yang kompeten. Materi yang akan dipaparkan dan dikusikan tentang Manajemen Aset Daerah dan Inventarisasi Aset
👥 Target Peserta
Peserta Bimbingan Teknis : Bendahara, bagian keuangan, Administrasi, Pengadaan Barang, serta bagian-bagian lain yang terkait dengan pengelolaan asset daerah serta staff bidang lain yang ingin memperluas pengetahuannya tentang Manajemen Aset Daerah dan Inventarisasi Aset.